Walikota Padang Fauzi Bahar: ‘’Terobat Letih Saya’’

Bila ditanya siapa yang paling bahagia sekarang, adalah saya, Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si Walikota Padang, Kenapa ?, karena walaupun saya bekerja 24 jam memikirkan kemajuan Kota Padang, tetapi letih ini terobati sudah dengan aktifnya 153 ribu siswa SD, SLTP dan SLTA mengikuti pesantren Ramadhan. Hal itu disampaikan Walikota Padang Fauzi Bahar, kemarin, di balaikota didampingi Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos. Membangun mental spiritual lebih berat dari pembangunan pisik. Karena kita harus berhadapan dengan manusia, yang memiliki berbagai sifat, karakter dan persepsi. Untuk menyamakan persepsi memang sulit, apalagi adanya pengaruh globalisasi yang begitu kencang, menembus setiap kamar masyarakat. Tetapi apa yang saya inginkan dan programkan terjawab sudah. Karena sejak 6 tahun terakhir generasi muda betul- betul menyambut posisitf kegiatan yang bernilai relegi tersebut. Makanya setiap bulan ramadhan Kota Padang semarak dengan gema bacaan ayat- ayat Allah SWT. Mesjid dan mushalla penuh sesak dengan anak- anak memperdalam ilmu agama.


Kegiatan ini setiap tahun selalu ada peningkatan dan penyempurnaan kurikulum. Sehingga mutunya semakin baik dan bisa dijamin. Semuanya itu adalah berkat adanya masukan dari berbagai kalangan, baik tokoh agama adat, Ormas, OKP dan berbagai komponen masyarakat. Pesantren Ramadhan dingakat bukan semata- mata maunya Fauzi Bahar, tetapi menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan zaman yang sebagai berat. Bila anak- anak sejak dini sudah dibekali dengan ilmu agama dan iman yang kuat, kita yakin dimasa depannya akan menjadi manusia yang berkwalitas dan siap menghadapi berbagai tantangan, ujar Fauzi.

Memimpin Kota Padang yang penuh dengan kemajemukan yang berpenduduk hampir mencapai 1.000.000 jiwa tidaklah segampang yang dibayangkan banyak orang. Walikota hanya duduk, mengangguk, menekan dan memberikan perintah, tetapi yang paling berat adalah mempertanggungjawabkan semuanya, termasuk membawa rakyat sesuai dengan jalan Allah. Mengingat begitu besarnya tanggungjawab tersebut, tentu saya harus kerja keras dan mengarahkan segala kemampuan dan tidak mengenal lelah siang dan malam, tukuknya.

Dengan kerja keras itu mudah- mudahan warga Kota Padang imannya semakin baik dan pembangunan pisik berhasil pula dipacu. Untuk itu saya mohon dukungan sepenuhnya dari semua komponen masyarakat. Sehingga program dan kebijakan kota mencapai sasaran yang diharapkan, jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak- anak muslim, tetapi juga untuk non muslim. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Dengan ikutnya semua anak- anak non Islam dalam kegiatan yang sama sesuai dengan ajarannya tentu semakin memberikan nilai positif bagi kota tua ini. Rasa persatuan dan kesatuan semakin baik, hubungan harmonis antar umat beragama terpelihara. Dengan modal ini keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin terjaga, silang sengketa semakin jauh dari bumi Ranah Minang.

Dengan keberhasilan menanamkan nilai nilai agama kepada generasi muda, uang habis sebesar Rp2 Milyar lebih setiap tahun untuk mendukung kegiatan ini terasa tidak bernilai.Karena diganti dengan berkembangnya moral dan akhlak yang baik dikalangan generasi muda, ujarnya. Rasa bahagia saya itu semakin tumbuh adanya penilaian plus dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Menpora, Menag dan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi. Plus kegiatan yang sama dilaksanakan di selurh kota/ kabupaten.

1 komentar:

pelajaran-blog.blogspot.com mengatakan...

Pelajaran Blog mengucapkan terimakasih atas bergabungnya anda pada blog kami.
Salam Hangat Selalu Dari:
Pelajaran Blog
Keep Blogging! :D