Vans


Tulisan kali ini terinspirasi dari sepatu yang baru aja gue beli yaitu sepatu bermerk VANS.Merk sepatu yang satu ini identik dengan dunia skateboard dan musik, jadi tak bisa dipungkiri jika brand yang satu ini banyak diminati oleh kaum muda.Belum lagi brand ini mempunyai berbagai macam varian produk yang cukup banyak seperti slip on, skate, authentic, old skull, chuka, era, avera, tnt, half cab, zapato dll.Varian yang disebutkan diatas pada umumnya lebih cocok dipakai oleh kaum muda yang suka skateboard maupun musik, bukan berarti diluar itu tidak dapat memakainya, namun alangkah baiknya apa yang kita pakai harus kita sesuaikan dengan penampilan kita.Berikut adalah sejarah tentang VANS secara keseluruhan.

1966: Paul Van Doren mendirikan Van Doren Rubber Co
1979: Sepatu Vans slip-on diperkenalkan.
1984: Vans membuka pabrik di Orange, California.
1988: Paul Van Doren menjual perusahaan McCown De Leeuw & Co
1993: Gary Schoenfeld diangkat sebagai presiden dan CEO.
1995: Vans menutup fasilitas produksi di Orange.
1998: Vans membuka skate park terbuka di Orange, California.
1999: Vans bergabung dengan Pacific Sunwear untuk membentuk VanPac, sebuah perusahaan patungan untuk memasarkan pakaian skateboarding.

Hingga sekarang VANS masih menjadi brand yang diminati oleh kaum muda terutama yang menyukai skateboard dan musik.

Creed and Dead By Sunrise

kali ini gue mau sharing lagu yang menurut gue layak untuk teman2 dengar.Pertama Creed, band yang sudah lumayan tidak terdengar namanya kini kembali dengan album baru mereka yang berjudul Full circle.Band ini beraliran rock alternative yang lagunya cukup membuat kita bersemangat.Berikut daftar lagunya :
1. Overcome
2. Bread of Shame
3. A Thousand Faces
4. Suddenly
5. Rain
6. Away In Silence
7. Fear
8. On My Sleeve
9. Full Circle
10. Time
11. Good Fight
12. The Song You Sing
bagi teman2 yang ingin download silahkan klik disini, gratis kok ^^

Kemudian satu lagi ada band baru yang merupakan side project dari vokalis linkin park Chester Bennington yaitu Dead by Sunrise.Band ini juga beraliran rock alternative, jadi kalau soal musik mungkin tidak beda jauh dengan Creed.Tapi tentunya Dead By Sunrise akan menyajikan sound yang beda dari band2 lain yang sealiran.Berikut daftar lagunya dari album Out of Ashes:
1. Fire
2. Crawl Back In
3. Too Late
4. Inside Of Me
5. Let Down
6. Give Me Your Name
7. My Suffering
8. Condemned
9. Into You
10. End Of The World
11. Walking In Circles
12. In The Darkness
13. Morning After
download filenya disini ya teman2 ^^

baiklah itu tadi dua band yang direkomendasikan untuk teman2 semua.gue udah dengar semua lagunya dan two thumb's up buat mereka.So, teman2 have a nice music!!!

Corey Taylor

Kali ini sebagai seorang maggot (fans slipknot) gue ingin sharing melalui tulisan ini tentang biografi para personilnya.Kita mulai dari sang Vokalis, Corey Taylor.Berikut data yang gue ambil dari wikipedia:

Corey Todd Taylor lahir pada tanggal 8 Desember 1973 di Des Moines, Iowa adalah seorang vokalis band Slipknot serta seorang pendiri dan penyanyi untuk band hard rock Stone Sour.

Nama lahir : Corey Todd Taylor
Nama lain : #8, Faith, The Great Big Mouth
Lahir : 8 Desember 1973 (umur 35) Des Moines, Iowa, AS
Genre : Nu metal, Alternative metal, Heavy metal, Rapcore, Post-Grunge
Pekerjaan : Musisi
Instrumen : Vocals/Death growls, Guitar, Bass
Tahun aktif : 1992 – sekarang
Perusahaan rekaman : Roadrunner Records, Great Big Mouth Records
Terkait dengan: Slipknot, Stone Sour, Apocalyptica
Situs web : Slipknot website, Stone Sour website

Memang, selain di slipknot corey juga aktif diband lain yang merupakan side projectnya.Tapi yang pasti corey selalu dan masih loyal terhadap slipknot hingga pada tahun ini slipknot mencapai usia yang ke sepuluh tahun, dan tahun lalu mereka mengeluarkan album ketiga yang berjudul "All Hope Is Gone".

Metal Fact

Meskipun banyak ilmuwan memiliki pandangan bahwa musik metal terkait dengan masalah-masalah sosial seperti bunuh diri, kehancuran diri dan Satanisme, beberapa penelitian telah dilakukan untuk memeriksa kesehatan mental penggemar musik heavy metal. Studi ini mencoba untuk menentukan apakah ada hubungan antara kesehatan mental dan kenikmatan dari jenis musik metal di Perancis.

Para peneliti kemudian mensurvei 333 penggemar musik metal. Kesehatan mental mereka sedang dievaluasi oleh Kegelisahan dan Depresi Rumah Sakit Skala (HADS), yang banyak digunakan sebagai instrumen yang mengukur kecemasan dan depresi. Nilai sampel penggemar musik metal itu kemudian dibandingkan dengan skor yang mengungkapkan kemungkinan gangguan mental yang berat. Kualifikasi dimasukkan variabel umur, jenis kelamin, status, pendidikan, motivasi dan partisipasi dalam budaya musik metal. Hasilnya menunjukkan bahwa penggemar musik metal terutama dewasa muda (usia rata-rata = 22,67, SD = 5,29) dan cenderung laki-laki (87,85 persen).

Secara keseluruhan, para penggemar musik metal memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang sama atau bahkan cenderung lebih rendah dari tingkat populasi umum.Secara khusus,kurang dari 5 persen dari penggemar musik metal yang disurvei menunjukkan gejala patologis. Subyek penelitian yang mendapat skor lebih tinggi tingkat kecemasan dan depresi adalah mereka yang berkecimpung dalam sastra dan / atau latar belakang seni daripada latar belakang ilmiah, yang menulis lirik musik metal, dan yang terlibat dalam praktek modifikasi scarification. Studi ini menunjukkan bahwa ilmuwan yang menuduh musik metal merusak jiwa harus memeriksa kembali dasar kritik mereka. Lebih banyak penelitian ilmiah diperlukan untuk lebih memahami pengaruh musik metal pada penggemar dan masyarakat.

Sebagian besar penelitian ke dalam emosi dan perilaku efek musik populer telah difokuskan pada musik metal, meskipun beberapa penelitian juga termasuk musik rock dan grunge. Secara keseluruhan, orang percaya bahwa mendengarkan gaya musik tertentu menyebabkan berbagai masalah perilaku tidak didukung .

Respon emosional
Sementara sejumlah peneliti mengaitkan musik heavy metal dengan depresi atau marah, efek ini tidak terjadi pada para fans musik metal. Sebuah studi terhadap lebih dari 1.000 pelajar berbakat usia 11-18 menemukan bahwa musik heavy metal digunakan untuk katarsis pelepasan dan untuk mengusir emosi negatif, terutama di antara mereka dengan harga diri yang rendah.

Grunge Musik Effects
Sebuah studi tentang dampak dari berbagai jenis musik menemukan bahwa setelah mendengarkan musik grunge, subjek melaporkan peningkatan kelelahan, ketegangan, kesedihan dan permusuhan, serta menurun kejernihan mental, semangat, relaksasi dan kasih sayang. Namun, kemungkinan grunge bukan preferensi musik subjek ini-sebuah studi tentang grunge fans mungkin telah menghasilkan hasil yang berbeda.

Agresi
Beberapa studi telah menemukan bahwa individu menjadi lebih bermusuhan, agresif atau marah setelah mendengarkan musik heavy metal, sedangkan yang lain tidak menemukan jawaban agresif. Beberapa peneliti bahkan menemukan bahwa subyek yang marah menjadi lebih bahagia, lebih tenang dan lebih santai setelah mendengarkan musik metal yang mereka sukai.

Bunuh Diri
Meskipun tingkat bunuh diri lebih tinggi di antara rock dan heavy metal fans (terutama yang terakhir), sebuah studi dari siswa dengan gangguan jiwa yang juga penggemar musik metal benar-benar menunjukkan suasana hati membaik setelah mendengarkan musik pilihan mereka. Studi-studi lain dari siswa depresi telah menemukan hasil yang sama, menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan musik ini untuk membantu mengobati depresi mereka daripada menjadi tertekan sebagai akibat dari mendengarkan itu.

Kinerja Akademik
Beberapa studi telah menemukan bahwa remaja dari kedua jenis kelamin yang mendengarkan musik metal cenderung memiliki nilai lebih rendah di sekolah, tetapi ini biasanya disebabkan karena aspek kepribadian atau lingkungan (seperti stres tinggi) daripada efek langsung dari musik itu sendiri.

IQ
Menariknya, mahasiswa yang menyukai musik alternatif, rock atau metal benar-benar mendapatkan nilai tes IQ yang lebih tinggi dari rata-rata, terutama pada pertanyaan di mana abstraksi diperlukan. Beberapa studi juga menemukan kecerdasan yang tinggi di antara remaja pendengar musik metal.

Mengambil Risiko
Mereka yang lebih suka musik rock atau musik heavy metal lebih cenderung ceroboh dalam mencari sensasi yang mengambil risiko. Ini adalah tipe kepribadian ketimbang efek langsung dari musik. Sensasi kurang reaktif dari sistem syaraf pendengar sehingga memerlukan rangsangan yang lebih intens untuk menghasilkan sensasi kebahagiaan atau kegembiraan.
Pengambil risiko lebih cenderung melakukan kejahatan karena mereka tidak begitu khawatir tentang konsekuensi. Ini bukan disebabkan oleh musik metal; pengambil risiko lebih menyukai musik yang lebih energik dan lebih berbahaya masa lalu sebagai akibat dari bawaan kepribadian dan fisiologi.

Narkoba
Studi mengenai hubungan antara musik metal dan penggunaan narkoba telah menghasilkan hasil yang beragam. Satu studi menemukan bahwa remaja yang mendengarkan musik metal lebih cenderung menggunakan obat-obatan, meskipun mereka tidak lebih cenderung menggunakannya secara berlebihan atau menjadi kecanduan. Peneliti lain tidak menemukan hubungan antara preferensi musik dan penggunaan narkoba atau obat-nilai terkait. Secara keseluruhan, penggunaan alkohol dan / atau obat-obatan oleh orang tua memiliki pengaruh terbesar pada penggunaan narkoba remaja.

Sikap Terhadap Perempuan
Sebuah studi tentang pria sarjana menemukan bahwa paparan kekerasan seksual musik heavy metal meningkatkan kecenderungan stereotip peran seks dan menyimpan lebih banyak persepsi negatif perempuan. Namun, ini kemungkinan akibat dari konten kekerasan seksual ketimbang musik heavy metal itu sendiri.

Efek Hewan
Seorang siswa bernama David Merrill mengenalkan seekor tikus dengan musik heavy metal sebuah band bernama Anthrax 24-jam sehari untuk mengetahui bagaimana itu akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar hal-hal baru, tapi bukannya menyelesaikan labirin Merrill, ternyata para tikus itu malahsaling membunuh .
Dalam percobaan berikutnya di mana tikus mendengarkan musik heavy metal selama 10 jam setiap hari, mereka tidak menjadi pembunuh, tetapi mereka tidak tumbuh lebih parah pada waktu memecahkan labirin daripada dulu, ketika mereka pertama kali bertemu itu. Tapi penelitian menunjukkan bahwa reaksi terhadap musik yang dibentuk oleh apakah atau tidak itu adalah pilihan genre, dan itu sangat tidak mungkin bahwa jika tikus memiliki preferensi musik sama sekali, tentulah itu Anthrax.

Efek Tanaman
Dorothy Retallack menguji efek dari berbagai jenis musik pada tanaman. Ia menemukan bahwa bermain seniman rock klasik seperti Led Zeppelin, Jimi Hendrix dan Vanilla Fudge menyebabkan tanaman untuk bertumbuh dalam cara yang tidak sehat, tekuk jauh dari speaker dan mati muda. Namun, jika kita mengasumsikan bahwa tanaman dapat memiliki preferensi musik, mungkin bahwa rock klasik bukan musik pilihan mereka.


Nb : Thank's to coolshredder \m/

Holy S***....Slipknot !!!


Holy s***...Slipknot !!!

itu yang terucap dari bibir gue saat ini.Semakin lama Slipknot semakin lekat dengan keseharian gue, no days without Slipknot.Apalagi belakangan ini, syndrome slipknot mulai kambuh lagi.Just listen to Slipknot F*** the others.Begitulah kalau syndrome lagi kambuh.Terakhir selain denger lagu2 Slipknot gue juga download video live mereka yang performancenya "F***in' Awesome" banget, bikin bulu kuduk gue merinding sambil jingkrak2 nggak jelas.

yang pasti lagu2 mereka bikin semangat dan macu adrenaline, apalagi kalau kita dengerin dengan volume yang out loud...hell yeah...!!! (tapi dengan catatan jangan sampai mengganggu orang lain..^^)

Lagu2 seperti eyeless, before i forget, pulse of the maggot, psychosocial dll akrab banget dengan telinga gue.diantara semua lagu Slipknot mungkin gue paling suka sama eyeless karena lagu ini emang nggak ada matinya, versi lainnya juga pernah dibawain sama Bring Me The Horizon yang juga band favorit gue buat kompilasi sebuah magazine yang berisi lagu2 terbaik dari band2 metal yang ada didunia.

eyeless mungkin dalam sehari bisa gue denger sampai 3 - 5 kali, tapi walaupun sesering itu sampai sekarang gue nggak ada ngerasa bosan terhadap itu lagu, pokoknya nggak ada matinya.Intinya Slipknot adalah idola gue dan gue loyal terhadap karya2 mereka yang emang nggak ada duanya. \m/\m/

Lovely Bands

Lovely Bands, yup seperti judulnya posting ini gue mau bikin list band2 apa aja yang gue suka.First genre musik yang gue suka itu Metal \m/...yeah..kenapa metal??mungkin karena musiknya keras dan up-beat jadi cocok enak buat didengar, cuma bagi beberapa orang genre ini adalah genre berisik yang kadang dihujat tak berseni (bullshit...bagi yang bilang begitu berati dia nggak tahu arti seni ^^)

Mungkin langsung aja ke listnya mungkin, mmm...sedikit berpikir band2 apa aja yang belakangan juga ngisi list lagu yang sering gue dengar.Tapi yang jelas Lovely Bands adalah band yang everlasting bagi gue yang nggak akan pernah gue tinggalin.

pertama keluar nama SLIPKNOT band dari des moines, IOWA ini udah dari dulu nemenin telinga gue, sejak zaman2 masih smp band metal ini udah jadi temen pengantar tidur gue (mau tidur kok lagu metal??)

kedua ada nama LINKIN PARK band dari California ini udah dari smp juga jadi band favorit gue.Mungkin karena banyak lagunya yang sekilas mirip dengan keseharian gue pada saat itu.

ketiga BRING ME THE HORIZON, baru setahun belakangan gue suka sama ini band, karena baru tahu juga sihhh...hihihii.Band ini bisa dibilang band yang mewakili style anak muda zaman sekarang.

keempat ada AVENGED SEVENFOLD, padahal kurang gitu tahu dengan profil band ini, tapi lagunya kena banget di hati, nggak harus tahu semua kan??yang penting adalah loyalitas untuk mendengarkan apa yang mereka mainkan..setuju..??!!

kelima AS I LAY DYING band yang menurut gue pure metalcore, musiknya bener2 keren mungkin bisa dibilang tegas, apalagi vokalnya yang punya karakter kuat bikin band ini jadi favorit gue.

BIG FIVE aja mungkin yang mau gue share, sebenarnya masih banyak sih...seperti ATTACK ATTACK, CALIBAN, BULLET FOR MY VALENTINE, CHILDREN OF BODOM, TRIVIUM, ATREYU, A DAY TO REMEMBER, STONE SOUR, LAMB OF GOD, CHIMAIRA, ALESANA, SILVERSTEIN, EYE SET TO KILL, MISFIT, MARILYN MANSON, DARKEST HOUR DLL...banyak dehh.Intinya yang bernaung di bawah nama UG a.k.a Underground termasuk punk dan hardcore itu gue suka walau nggak semuanya..hihihii.
Yang genre rock, alternative juga suka kok seperti SAOSIN, RED JUMPSUIT APPARATUS, ALTERBRIDGE, CREED, SECONDHAND SERENADE, 30 SECONDS TO MARS DLL, pokoknya musik adalah kebutuhan bagi gue setelah sandang, pangan, papan ^_^

Mungkin BIG FIVE band yang masuk list akan gue bikin posting tentang mereka, entah itu biography, berita, download musiknya atau apalah yang berhubungan dengan mereka akan gue posting di blog ini.OK everybody see you at the next post about LOVELY BANDS \m/

Grup metal dengan 4 personel, 4 agama, 4 suku



Noxa namanya. Asalnya Indonesia. Ini grup metal pertama dari Asia yang tampil di festival metal dunia di Finlandia. Pendirinya Robin Hutagaol dan Ade Himernio Adnis.
Noxa layak dicatat pada Museum Rekor Indonesia dengan dua penghargaan: sebagai grup musik metal pertama dari Asia [juga Indonesia] yang tampil di festival metal internasional (Tuska Open Air Metal Festival 2008, Helsinki, Finlandia.) dan sebagai grup musik yang seluruh pemainnya berbeda suku dan agama.
Noxa, dibentuk pada 2002. Personelnya empat orang, semuanya jebolan Universitas Sahid, Jakarta: Oxen [Robin Hutagaol - drum], Ade [Ade Himernio Adnis - gitar], Dipa [Ngakan Nyoman Dipa Biomantara - bass], dan Tony [Tonny Christian Pangemanan - vokal]. Robin dan Ade adalah pendiri Noxa, lalu dua rekan mereka bergabung.
Keempat musisi ini sudah bersahabat lebih dari 10 tahun. Selain pernah kuliah di universitas yang sama, keempatnya berasal dari suku yang berbeda dan memeluk agama yang berbeda pula. Detikcom menulis: Robin sebagai penganut Kristen [suku Batak Toba], Ade pemeluk Islam [Jawa], Dipa beragama Hindu [Bali], dan Tony pemeluk agama Buddha [Sulawesi].
Bila diwawancarai wartawan, mereka sering mengatakan kebencian mereka terhadap korupsi dan prihatin terhadap kemiskinan. Pentolan Noxa, Robin Hutagaol a.k.a Oxen, di situs mereka menyebut dirinya paling membenci “sifat egois, pembohong, dan segala hal-hal buruk”.


Mereka telah tampil di Tuska Open Air Metal Festival 2008 di Helsinki, Finlandia, dan mendapat sambutan luar biasa dari 44 ribu penonton. Duta besar kita untuk Finlandia langsung ikut menonton. Selama 50 menit Noxa diberi jatah waktu membawakan lagu-lagu mereka. Tapi setelah usai, penonton histeris dan meminta tambah, akhirnya mereka pun beraksi lagi. Kita pantas berbangga hati, mereka tercatat sebagai grup metal pertama dari benua Asia yang tampil dalam festival tahunan itu, bersaing dengan grup musik dari berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, hingga Jerman.
Noxa sudah mengeluarkan dua album: Noxa dan Grind Viruses. Lirik lagu Noxa berisi kritik sosial-politik. Album terakhir, Grind Viruses, berisi 31 lagu. Berikut daftarnya:
01. HANCUR
02. IN MY DESPERATE HOURS
03. SICK AND TIRED
04. BRUTALITY MURDER
05. SINETRON SUCK
06. KEHANCURAN MORAL
07. BUNGLON
08. DYING INSIDE OUT
09. GRIND VIRUSES
10. STARVATION
11. MUTILATED SOUL
12. I’M MY ENEMY
13. LEMBATA (STARVING TO DIE)
14. MAKE IT REAL
15. MONEY
16. HILANG
17. CRAZY WORLD
18. HATE INSIDE ME
19. SUICIDE IS NOT SOLUTION
20. DISINTEGRASI BANGSA
21. DIE
22. IN MY DREAM
23. THE SINNER
24. CORRUPTION INFECTED
25. SUPERFICIAL POEPLE
26. WHAT SIDE YOU ON
27. IN MOURNING
28. NEVER TO LATE
29. CATASTROPHE
30. EXPECT UNEXPECTED
31. POLIGAMI

13 kitab suci punkrock

Kontra Kemapanan Nan Tanpa Masa Depan

1. RAMONES
RAMONES



Terbit: 23 April 1976
Label: Sire Records
Asal: New York City, New York, AS
Produser: Craig Leon, Tommy Ramone
Sinopsis: The Blitzkrieg Beatles from Hell
Busana: Celana denim sempit, jaket kulit, sneakers All Stars, rambut poni
Minuman: Bir Bintang (while sniffin’ glue & doin’ Ephedrine made-in Pasuruan)
Kuping Melayu?: I Wanna Be Your Boyfriend bisa dipakai sebagai lagu perkenalan untuk merenggut simpati para cinta-melulu aficionados

2.THE CLASH
London Calling



Terbit: 14 Desember 1979
Label: CBS
Asal: London, Inggris
Produser: Guy Stevens
Sinopsis: White Riot Combat Punk Rock Skandinista
Busana: Kemeja putih sedekah dari The Salvation Army, disablon Margaret Tatcher (di bagian mata di-pylox hitam), + boots T.U.K. di-airbrush motif Union Jack
Minuman: Mansion House
Kuping Melayu?: (saat diperdengarkan The Guns of Brixton) “…ih, kayak Steven & The Coconuttreez…”

3. BUZZCOCKS
Singles Going Steady



Terbit: September 1979
Label: EMI
Asal: Manchester, Inggris
Produser: Martin Rushent
Sinopsis: The Orgasm Addict Madchesterian
Busana: Kaos polo Fred Perry, jaket airforce, arloji Ben Sherman, skuter multi spion
Minuman: Champagne
Kuping Melayu?: Orgasm Addict sangat jitu dipakai mengiringi malam penobatan Poligami Awards 2008 di Padepokan A’a Gym–dan bukan tidak mungkin Abdullah Gymnastiar lalu terinspirasi menerbitkan buku berikutnya, Orgasme Qolbu

4. THE SEX PISTOLS
Never Mind The Bollocks, Here’s The Sex Pistols



Terbit: 28 Oktober 1977
Label: Virgin
Asal: London, Inggris
Produser: Chris Thomas, Bill Price
Sinopsis: Rotten, vicious, hooligan, anti hippies, anarchy saves The Queen
Busana: Kaos buluk penuh coretan spidol “I Hate Pink Floyd”, kalung gembok, peniti, peniti, peniti
Minuman: Air aki
Kuping Melayu?: Hampir mustahil kuping Melayu bisa menyukai album ini. …um, hey, kenapa tidak memakai strategi “buy 1 get 1”? Misalnya setiap pembelian album original soundtrack karya adiluhung–pasca Badai Pasti Berlalu–kebanggaan putra bangsa era millenium, Ayat-ayat Selingkuh & Munajat Kuntilanak ~ Persembahan Anak Negeri Untuk Kemaslahatan Musik Indonesia Tercinta berhadiah cuma-cuma Never Mind The Bollocks?

5. JOY DIVISION
Unknown Pleasures



Terbit: 15 Juni 1979
Label: Factory
Asal: Manchester, Inggris
Produser: Martin Hannett, Joy Division
Sinopsis: The Epileptic Madchester Mope Rockers
Busana: Jubah dokter, pucat & tanpa senyum
Minuman: Herbal tea (setelah menenggak Xanax)
Kuping Melayu?: Susah. Lewat jalur lain saja. Ahli medis, misalnya. Sebab Unknown Pleasures bisa disodorkan sebagai terapi alternatif penyembuhan penyakit ayan

6. RICHARD HELL & THE VOIDOIDS
Blank Generation



Terbit: 1977
Label: Sire
Asal: New York City, New York, AS
Produser: Richard Gottehrer, Richard Hell
Sinopsis: Blank Generation Rock All Stars
Busana: Kaos hitam legendaris CBGB dilapisi jas merah dari thrift store, rambut jabrik, postmen bag berisi buku kumpulan puisi Goenawan Mohammad
Minuman: Budweiser campur Prozac
Kuping Melayu?: Mumpung sesama aktivis “puisi mbeling”, bujuk rayu Oom Remy Sylado untuk memasukkan Love Comes in Spurts sebagai salah satu soundtrack sinetron yang dibintanginya

7. THE FALL
Hex Enduction Hour



Terbit: 8 Maret 1982
Label: Kamera
Asal: Prestwich, Bury, Inggris
Produser: Richard Mazda
Sinopsis: “They are always different, they are always the same” ~ John Peel
Busana: 2nd hand Matsuda suit, fake Gucci pants, sepatu Patrick Cox
Minuman: Jose Cuervo (malam), Earl Grey (sore), Evian (pagi)
Kuping Melayu?: Oh. My. God. Mending langsung suruh seluruh agen toko kaset di jalur Pantura, khusus untuk Hex Enduction Hour segera dirabat tanpa ampun, say, diskon 50%. Atau beli 1 gratis 3
*hello, marketing wunderkinds & product-branding strategists, help, please?*

8. BAD BRAINS
Bad Brains



Tahun Terbit: 1982
Label: ROIR
Asal: Washington, D.C., AS
Produser: (wallahuallam)
Sinopsis: Hardcore Punk meets Dub, black, banned in D.C., and angry
Busana: Kaos warna kuning dengan sablon “Destroy Babylon”, dreadlock, Doc Martens, + ngaku akrab dengan Ras Muhamad
Minuman: Alkohol 95% (hubungi apotek terdekat)
Kuping Melayu?: Percuma, biar saja para cinta-melulu aficionados fokus menikmati album-album rilisan Softex Heritage Music

9. MINOR THREAT
Complete Discography



Terbit: 1989
Label: Dischord
Asal: Washington, D.C., AS
Produser: Minor Threat
Sinopsis: Straight Edge
Busana: Jaket hoodie abu-abu, sepatu basket putih Nike, rambut crew cut, + coretan “X” di kepalan tangan
Minuman: Air putih dan rupa-rupa minuman non-alkohol
Kuping Melayu?: Seharusnya mudah. Mulai saja dengan isu moral, haram-halal. Sebab Indonesia dari sononya ya memang penganut Straight Edge (Absolut Vodka = dosa, senggama sebelum menikah adalah zinah, memamerkan penis di muka umum itu tak sesuai dengan budaya Timur)

10. DEVO
Q: Are We Not Men? A: We Are Devo



Terbit: Juli 1978
Label: Warner Bros
Asal: Akron, Ohio, AS
Produser: Brian Eno
Sinopsis: Jocko Homongoloid Synth Punk
Busana: Seragam laboratorium + topi berbentuk pot bunga terbalik
Minuman: Sub Zero
Kuping Melayu?: Tawakal. Ikhlas. Orang sabar disayang Tuhan. Orang pintar minum Tolak Angin. Orang bijak taat bayar pajak. Tunggu sampai Goodnight Electric diterima khalayak banyak. Nantikan hingga The Upstairs sukses menembus penjualan 1 juta kopi. Jika Upstairs bisa, GE mampu, Devo pasti sanggup

11. THE JESUS AND MARY CHAIN
Psychocandy



Terbit: November 1985
Label: Blanco y Negro
Asal: Glasgow, Skotlandia
Produser: The Jesus and Mary Chain
Sinopsis: Wall-of-Sound Feedback Rock
Busana: Gothic tanpa gelang paku, tanpa boots New Rock, tanpa emblem 666
Minuman: Scotch Whiskey campur LSD
Kuping Melayu?: Oh. My. Goddamned. God
*sales & marketing wunderkind, product-branding strategist, artist & repertoire prodigy, MarkPlus’ genius, ACNielsen’s hot shot, Ogilvy & Mather’s dream team, Ernst & Young’s whiz kid, y’all, U-N-I-T-E!*

12. DEAD KENNEDYS
Fresh Fruit For Rotting Vegetables



Terbit: September 1980
Label: IRS
Asal: San Fransisco, California, AS
Produser: Norm, East Bay Ray
Sinopsis: Left Coast Propagandist Punk
Busana: Tanya Budiman Sudjatmiko apa masih nyimpen kaos & bendera PRD
Minuman: Tuak, Arak, Anggur, Lapen, Cap Tikus; any home industry, anti-capitalism friendly product
Kuping Melayu?: Tunggangi salah satu partai besar. Ikuti safari politik mereka ke daerah-daerah rawan pangan. Selain menjanjikan bonus duit Rp 15 ribu per kepala + nasi bungkus bagi yang ikut konvoi keliling kabupaten, selipkan juga album ini. Ungkit-ungkit sentimen yang berkaitan dengan “hanura” (hati nurani rakyat). Sampaikan ke kaum marjinal itu bahwa—selain konon masih saudara jauh Bung Karno dus fanatik Marhaenisme—Jello Biafra adalah suri tauladan pengentasan kemiskinan & kebodohan. Hidup Bang Biafra! Hidup Bung Karno! Hidup hanura! Hidup nasi bungkus!

13. PUBLIC ENEMY
It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back



Terbit: 28 Juni 1988
Label: Def Jam
Asal: Garden City, New York, AS
Produser: Hank Shocklee & Carl Ryder
Sinopsis: Too-Black-Too-Strong Rap Rebel Without a Pause
Busana: Baggy jeans, topi baseball, + jam dinding, lalu berseru, “Yo, Chuck, tell ‘em what time it is!”
Minuman: Pepsi Cola
Kuping Melayu?: Minta tolong yang sebesar-besarnya sembari sodorkan segepok dana sejuk-segar kepada Iwa K, siapa tahu dia tertarik merilis ulang/repackage album Kuingin Kembali dengan tembang gacoan mutakhir Selingkuh Tanpa Jeda yang notabene mencomot banyak bagian (sample-heavy) dari Rebel Without a Pause